BAB II
LANDASAN TEORI
2.1
Penyakit
Tropis
Penyakit Tropis adalah penyakit yang lazim terjadi
di daerah tropis dan subtropis. Istilah ini juga sering mengacu pada penyakit
yang berkembang di wilayah panas berkondisi lembab, seperti malaria, demam
berdarah dan kusta. Faktor – faktor yang mempengaruhi perkembangan penyakit
pada daerah tropis :
a.
Lingkungan :
Lingkungan merupakan faktor penting yang mempengaruhi keseimbangan antara host
dan agent, lingkungan terdiri dari fator fisik dan non fisik. Lingkungan fisik
meliputi keadaan geografis, kelembaban
udara, temperature, lingkungan tempat tinggal. Sedangkan untuk lingkungan non
fisik meliputi sosial, budaya, ekonomi dan politik.
b.
Host : host
dapat diartikan sebagai organisme yang menyediakan makanan atau tempat tinggal
kepada organisme lainnya. Hal yang perlu diperhatikan tentang host untuk
penyakit tropis meliputi karakteristik (gaya hidup, jenis kelamin, pekerjaan,
usia), gizi, pertahanan tubuh, kesehatan pribadi.
c.
Agent : faktor
agen penyebab penyakit antara lain bahan kimia, stress (psikologis) dan
biologis (infeksi bakteri, virus, parasit atau jamur). Salah satu sifat agen
penyakit adalah Virulensi yang merupakan kemampuan keganasan suatu agen
penyebab penyakit untuk menimbulkan kerusakan pada sasaran.
2.1.1
Mekanisme Penularan
Penularan dapat terjadi
melalui kontak langsung, udara (percikan ludah, dahak, bersin), makanan dan
minuman, serta faktor penyebar lainnya seperti organism vector (nyamuk, anjing,
kucing, dan kera).
2.1.2
Pencegahan dan Penanggulangan
Tindakan penting yang
harus dilakukan adalah dengan memutus rantai penularan atau menghentikan kontak
agen penyebab penyakit kepada host, serta menitikberatkan penanggulangan faktor resiko penyakit
(lingkungan dan perilaku).
2.1.3
Jenis – Jenis Penyakit Tropis
2.1.3.1
Penyakit infeksi oleh bakteri
a.
TBC
(Tuberculosis)
Disebabkan penularan melalui udara saat penderita
batuk atau percikan ludah.
b.
Difteri
Disebabkan oleh corynebacterium diphteriae yang berasal dari membrane mukosa hidung
dan nasofaring, kulit dan lesi lain dari penderita atau orang yang terinfeksi.
Pencegahan yang dapat dilakukan adalah : Bayi dengan imunisasi DPT (difteria,
pertusis dan tetanus), anak sekolah dasar dengan vaksin DT (difteria, tetanus).
c.
Pertusis
Merupakan penyakit infeksi saluran nafas
akut atau disebut juga batuk rejan, penyebab dari pertusis tersebar melalui
tetesan di udara ketika penderita atau orang yang terinfeksi batuk dan bersin –
bersin. Pencegahan dapat dilakukan dengan imunisasi.
d.
Tetanus
neonatorum
Merupakan penyakit kekakuan otot yang
disebabkan oleh eksotoksin, penularan ini melalui luka dalam akibat kecelakaan,
tertusuk, operasi, radang telinga tengah, dan pemotongan tali pusat. Pencegahan
yang dapat dilakukan imunisasi aktif dengan toksoid, perawatan luka, persalinan
yang bersih.
e.
Demam tifoid
Merupakan infeksi akut pada saluran
pencernaan yang disebabkan oleh salmonella typhi (invasi bakteri kedalam
pembuluh darah). Penularan ini melalu air juga makanan, unutk pencegahannya
dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan makanan dan minuman serta sanitasi
lingkungan.
f.
Kusta
Kusta juga dikenal dengan penyakit
Hansen adalah penyakit yang menyerang kulit, sistem saraf perifer, selaput
lendir pada saluran pernafasan atas, serta mata. Penyebabnya berasal dari bakteri
mycobacterium leprae, pencegahan dapat dilakukan dengan meningkatkan kebersihan
lingkungan serta mengurangi kontak fisik terlalu lama dengan penderita atau
orang yang terinfeksi.
g.
Pes
Merupakan penyakit rodensia akibat terinfeksi
yersinia pestis, penularan penyakit ini melalui gigitan tikus liar yang telah
tergigit pinjal (serangga parasit), atau pinjal langsung yang mengigit manusia.
Pencegahan dapat dilakukan dengan menempatkan kandang ternak di luar rumah,
rekontruksi rumah, membuat ventilasi, melapor ke puskesmas bila banyak terdapat
tikus mati di rumah, mengatur ketinggian tempat tidur (> 20 cm).
h.
Antraks
Merupakan penyakit yang disebabkan oleh
bakteri bacillus anthracis pada binatang ternak, penularan melalui kontak dengan
kulit manusia yang lecet/luka, mengkonsumsi daging yang terkontaminasi bakteri,
digigit serangga yang baru menggigit hewan infeksi. Pencagahan dapat dilakukan
dengan cara menjaga kebersihan lingkungan, tidak menyembelih hewan yang sakit
tiba – tiba, tidak bersentuhan langsung dan memakan bagian tubuh hewan yang
terinfeksi.
i.
Leptospirosis
Merupakan infeksi akut yang disebabkan
oleh bakteri leptospira interrogans, penularan melalui kontak dengan air, tanah
dan lumpur yang tercemari, kontak dengan urin dan darah hewan yang terinfeksi,
mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi. Pencegahan dapat dilakukan dengan
menjaga lingkungan agar tetap bersih, menyimpan makanan dan minuman dengan baik
agar terhindar dari tikus, mencuci
tangan dengan sabun sebelum makan.
2.1.3.2
Penyakit infeksi oleh virus
a.
Demam berdarah
Disebabkan oleh virus dengue dari
kelompok arbovirus B yang disebarluaskan oleh artropoda, faktor utamanya adalah
nyamuk aedes aegypti. Pencegahan yang dapat dilakukan pembersihan jentik
(program pemberantasan sarang nyamuk, larvasidasi, menggunakan ikan kepala
timah, capung, ikan sepat), menghindari gigitan nyamuk dengan memasang kelambu,
obat nyamuk, serta penyemprotan.
b.
Chikungunya
Merupakan penyakit yang mirip dengan demam
dengue yang disebabkan oleh virus chikungunya yang ditularkan oleh nyamuk aedes
aegypti dan aedes africanus.
c.
Campak
Merupakan penyakit yang disebabkan oleh
virus morbillivirus (campak), penularan melalui droplet di udara oleh penderita
sejak 1 hari sebelum timbulnya gejala klinis hingga 4 hari sesudah ruam.
Pencegahan dapat dilakukan dengan imunisasi sejak dini.
d.
Hepatitis
Penyakit radang hati yang disebabkan
oleh virus picornavirus (hepatitis), ditularkan melalui makanan – minuman yang
terinfeksi serta hubungan seksual. Pencegahan dapat dilakukan dengan
menghindari konsumsi alkohol, hindari obat – obatan yang merusak hati seperti
acetaminophen, latihan fisik secara teratur, istirahat yang cukup.
e.
Rabies
Penyakit yang menyerang susunan saraf
pusat, disebabkan oleh virus rhabdovirus yang ditularkan melalui anjing, kucing
dan monyet. Pencegahan dapat dilakukan dengan menghindari hewan yang sekiranya
terinfeksi rabies.
f.
HIV – AIDS
AIDS adalah suatu kumpulan gejala
penyakit kerusakan sistem kekebalan tubuh, dimana penyakit ini disebabkan oleh
hasil penularan dari virus HIV. Penularan virus ini melalui cairan tubuh
(darah, cairan genital, ASI), jarum suntik, transfusi darah dan hubungan seks.
Pencegahan dapat dilakukan dengan menghindari berhubungan seks dengan penderita
AIDS, berganti – ganti pasangan, bertukar suntikan dengan pecandu narkotik,
memberikan transfusi darah hanya yang perlu, memastikan alat suntik steril.
g.
Varisela
Infeksi virus akut yang ditandai dengan
adanya vesikel pada kulit yang sangat menular seperti cacar air, penyakit ini
disebabkan oleh harpesvirus varicellae yang proses penularannya melalui kontak
langsung dengan penderita serta droplet (percikan bersin atau batuk).
Pencegahan dapat dilakukan dengan memberikan vaksin kepada balita dan untuk
dewasa yang belum pernah mengalami atau mempunyai gangguan kekebalan tubuh bisa
minta diberikan immunoglobulin zoster.
h.
Flu burung
Penyebab penyakit ini adalah infeksi
virus AI (orthomyxoviridae) yang ditularkan melalui kotoran, urin, ingus unggas
yang terinfeksi. Pencegahan dapat dilakukan oleh peternak adalah menggunakan
masker, baju khusus, kacamata, membatasi jumlah orang yang masuk peternakan,
isolasi kandang dan kotoran. Untuk masyarakat umum dengan memilih daging segar
saat berbelanja, masak daging min 80°C, telur 65°C, dan menjaga ketahanan
tubuh.
i.
SARS
Sindrom pernafasan akut adalah akibat
infeksi virus paru yang mendadak dengan gangguan pernafasan yang disebabkan
oleh virus paramyxovirus, penularan melalui droplet pasien yang terinfeksi.
Pencegahan dapat dilakukan dengan menggunakan masker, perawatan penderita di
ruang isolasi.
j.
Polio
Penyakit akut yang menyerang sistem
syaraf perifer yang disebabkan oleh virus enterovirus (polio) yang ditularkan
antar manusia melalui rute oro-fekal. Pencegahan dapat dilakukan dengan
imunisasi sejak dini, bila memasak air pastikan mendidih dengan sempurna karena
dengan suhu yang tinggi dapat mematikan virus polio, menjalani pola hidup
sehat.
2.1.3.3
Penyakit infeksi oleh parasit
a.
Malaria

b.
Cacing
Penyakit cacing ini disebabkan oleh
cacing yang masuk kedalam tubuh melalui makanan dan minuman yang tercemar telur
cacing. Umumnya, cacing perut memilih tinggal di usus halus yang banyak berisi
makanan. Pencegahan dapat dilakukan dengan meminum obat anti cacing setiap 6
bulan.
c.
Filariasis
Penyakit ini dikenal sebagai penyakit
kaki gajah. Parasit filaria masuk ke tubuh manusia melalui
gigitan nyamuk yang sudah terinfeksi. Cacing tersebut akan tumbuh dewasa,
bertahan hidup selama enam hingga delapan tahun, dan terus berkembang biak
dalam jaringan limfa manusia. Pencegahan dapat dilakukan dengan menggunakan
baju atau celana lengan panjang, mengoleskan lotion anti nyamuk, membersihkan
genangan air di sekitar lingkungan.
2.2
Sistem
Informasi Geografis
Sistem informasi Geografi atau SIG merupakan suatu
sistem untuk pengelolaan, penyimpanan, pemrosesan atau manipulasi, analisis,
dan penayangan data yang data tersebut secara spasial (keruangan) terkait
dengan muka bumi. Pendapat lain mengemukakan bahwa sistem informasi geografi
atau secara akrabnya dikenal dengan Geographic Informastion System adalah
suatu sistem komputer yang berfungsi untuk memperoleh, menyimpan, menghitung,
menganalisis, dan menampilkan data geospasial. Sistem informasi geografi tidak
dapat dilepaskan dengan teknologi, khususnya teknologi digital atau lebih
khususnya teknologi komputer. Perkembangan SIG sangat berkorelasi dengan
perkembangan teknologi, karena salah satu komponen yang paling utama dalam SIG
adalah perangkat komputer sebagai alat untuk pemrosesan SIG (Ariyanto, 2012).
2.2.1
Subsistem
Sistem Informasi Geografis
Sistem
Informasi Geografis dapat diuraikan menjadi beberapa subsistem sebagai berikut:
1. Data
Input: Subsistem ini bertugas untuk mengumpulkan data dan mempersiapkan data
spasial dan atribut dari berbagai sumber dan bertanggung jawab dalam
mengkonversi atau mentransfortasikan format-format data-data aslinya kedalam format
yang dapat digunakan oleh GIS.
2. Data
output: Subsistem ini menampilkan atau menghasilkan keluaran seluruh atau
sebagian basis data baik dalam bentuk softcopy maupun bentuk hardcopy seperti:
tabel, grafik dan peta.
3. Data
Management: Subsistem ini mengorganisasikan baik data spasial maupun data
atribut ke dalam sebuah basis data sedemikian rupa sehingga mudah dipanggil,
diupdate dan diedit.
4. Data
Manipulation & Analysis: Subsistem ini menentukan informasi-informasi yang
dapat dihasilkan oleh GIS dan melakukan manipulasi serta pemodelan data untuk
menghasilkan informasi yang diharapkan, dapat di lihat pada Gambar 2.9.
2.2.2
Konsep
Model Data Spasial
Data spasial merupakan data yang paling
penting dalam GIS. Seperti penjelasan diatas data spasial ada 2 macam yaitu
data raster dan data vector. Dibawah ini adalah salah satu contoh konsep data
geospasial/spasial dihubungkan pula dengan atributnya.
2.2.3
Data
Vektor
Model data vektor yang menampilkan,
menempatkan dan menyimpan data spasial dengan menggunakan titik-titik,
garis-garis, atau kurva atau poligon beserta atribut-atributnya. Bentuk dasar
representasi data spasial didalam sistem model data vektor, didefinisikan oleh
sistem koordinat kartesian dua dimensi (x,y).
2.2.4
Data
Raster
Model data raster menampilkan,
menempatkan dan menyimpan spasial dengan menggunakan struktur matriks atau
pixel-pixel yang membentuk grid. Akurasi model data ini sangat bergantung pada
resolusi atau ukuran pixelnya (sel grid) di permukaan bumi. Contoh data raster
adalah citra satelit misalnya Spot, Landsat, dll. Konsep model data ini adalah
dengan memberikan nilai yang berbeda untuk tiap-tiap pixel atau grid dari
kondisi yang berbeda.
2.3
SDLC
(Systems Development Life Cycle)
SDLC
(Software Development Life Cycle) merupakan sebuah siklus hidup pengembangan
perangkat lunak yang terdiri dari beberapa tahapan-tahapan penting dalam
membangun perangkat lunak yang dilihat dari segi pengembangannya. Dengan siklus
SDLC, proses membangun sistem dibagi menjadi beberapa langkah dan pada sistem
yang besar, masing-masing langkah dikerjakan oleh tim yang berbeda. SDLC tidak
hanya penting untuk proses produksi software, tetapi juga sangat penting untuk
proses maintenance software itu sendiri. Dalam kasus ini metodologi yang
digunakan dalam pengembangan software berbasis SDLC adalah :
Waterfall
Waterfall merupakan model yang paling banyak dipakai didalam
Software Engineering (SE). Model ini melakukan pendekatan secara sistematis dan
urut mulai dari level kebutuhan sistem lalu menuju ke tahap analisis, desain,
coding, testing / verification, dan maintenance. Disebut dengan waterfall
karena tahap demi tahap yang dilalui harus menunggu selesainya tahap sebelumnya
dan berjalan berurutan. (Roger S. Pressman)
6
tahapan
model waterfall, yaitu :
1.
System / Information Engineering and Modeling.
Permodelan ini diawali dengan mencari kebutuhan dari
keseluruhan sistem yang akan diaplikasikan ke dalam bentuk software. Hal ini
sangat penting, mengingat software harus dapat berinteraksi dengan
elemen-elemen yang lain seperti hardware, database, dsb. Tahap ini sering
disebut dengan Project Definition.
2.
Software Requirements Analysis
Proses pencarian kebutuhan diintensifkan dan difokuskan pada
software. Untuk mengetahui sifat dari program yang akan dibuat, maka para
software engineer harus mengerti tentang domain informasi dari software,
misalnya fungsi yang dibutuhkan, user interface, dsb. Dari 2 aktivitas tersebut
(pencarian kebutuhan sistem dan software) harus didokumentasikan dan
ditunjukkan kepada pelanggan.
3.
Design
Proses ini digunakan untuk mengubah kebutuhan-kebutuhan
diatas menjadi representasi ke dalam bentuk “blueprint” software sebelum coding
dimulai. Desain harus dapat mengimplementasikan kebutuhan yang telah disebutkan
pada tahap sebelumnya. Seperti 2 aktivitas sebelumnya, maka proses ini juga
harus didokumentasikan sebagai konfigurasi dari software.
4.
Coding
Desain yang telah dibuat kemudian diubah bentuknya menjadi
bentuk yang dapat dimengerti oleh mesin, yaitu ke dalam bahasa pemrograman
melalui proses coding. Tahap ini merupakan implementasi dari tahap design yang
secara teknis nantinya dikerjakan oleh programmer.
5.
Testing Verification
Sesuatu yang dibuat haruslah diujicobakan. Demikian juga
dengan software. Semua fungsi-fungsi software harus diujicobakan, agar software
bebas dari error, dan hasilnya harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan yang
sudah didefinisikan sebelumnya.
6.
Maintenance
Pemeliharaan suatu software diperlukan, termasuk di dalamnya
adalah pengembangan, karena software yang dibuat tidak selamanya hanya seperti
itu. Ketika dijalankan mungkin saja masih ada errors kecil yang tidak ditemukan
sebelumnya, atau ada penambahan fitur-fitur yang belum ada pada software tersebut.
Pengembangan diperlukan ketika adanya perubahan dari eksternal perusahaan
seperti ketika ada pergantian sistem operasi, atau perangkat lainnya.
2.4
Internet, Website, Uniform
Resource Locator (URL)
dan Browser
2.4.1
Internet
Menurut Zazlina
Zainuddin (http://repository.usu.ac.id/) internet adalah jaringan global yang
menghubungkan beribu bahkan berjuta jaringan komputer, sehingga memungkinkan
setiap komputer yang berhubungan dapat melakukan komunikasi antara satu dengan
yang lainnya. Seluruh jaringan komputer dalam internet saling
berkomunikasi dengan menggunakan standar protokol yang seacara resmi dikenal
dengan TCP/IP (transmission Control Potokol/internet protokol).Protokol ini
memberikan nomor unik pada setiap computer dan dapat digunakan untuk mengamati
lalu lintas dalam jaringan. Internet adalah sumber daya informasi yang
menjangkau seluruh dunia, sumber daya yang terdapat didalamnya sangat besar dan
luas. Internet juga merupakan teknologi baru yang mempengaruhi kehidupan
manusia. Internet dapat disebut sebagai forum global pertama perpustakaan
multimedia pertama, dimana setiap pemakai dapat berpatisipasi setiap waktunya.
Pada zaman sekarang
ini pengguna internet telah mempengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan manusia
baik sosial, ekonomi, pendidikan, hiburan dan bahkan keagamaan tanpa mengenal
geografis. Selain hal tersebut pengguna internet tidak dibatasi pada
pihak-pihak tertentu saja, dengan kata lain dapat digunakan oleh siapa saja
tanpa memandang status sosial.
Salah satu fungsi internet yang sangat
diminati dewasa ini adalah tersedia layanan penelusuran terhadap informasi
ilmiah yang terdapat pada artikel-artikel ilmiah maupun jurnal-jurnal
elektronik. Melalui internet penelusuran terhadap jurnal elektronik sangat
mudah dan cepat dibandingkan penelusuran terhadap jurnal-jurnal tercetak.
2.4.2
Website
Aplikasi berbasis
web adalah sebuah aplikasi yang diakses melalui internet, dan pada sekarang ini
ternyata lebih banyak dan lebih luas dalam pemakainya. Banyak
dari perpustakaan yang menggunakan aplikasi berbasis web dalam merencanakan
sumber daya mereka dan untuk mengelola perpustakaan mereka.
Aplikasi berbasis web dapat digunakan untuk berbagai macam
tujuan yang berbeda. Sebagai contoh, Aplikasi berbasis web dapat digunakan untuk membuat invoice dan memberikan cara mudah dalam
penyimpanan data di database.
Aplikasi ini juga dapat dipergunakan untuk mengatur persediaan karena fitur
tersebut sangat berguna khususnya bagi mereka yang berbisnis ritel. Bukan hanya
itu, aplikasi berbasis web
juga dapat bekerja memonitoring sistem dalam hal tampilan. Bahkan jumlah dari
aplikasi berbasis web
sudah tak terhitung lagi, yakni dapat di desain dan disesuaikan untuk berbagai
jenis sistem informasi.
Selain
fungsi-fungsi tersebut, salah satu keunggulan kompetitif dari Aplikasi berbasis
web adalah bahwa aplikasi tersebut ringan
dan dapat diakses dengan cepat melalui browser dan koneksi internet atau
internet ke server. Ini berarti bahwa pengguna dapat mengakses data atau
informasi mereka melalui laptop, smartphone, atau bahkan komputer PC di rumah
mereka dengan mudah, tidak seperti aplikasi-aplikasi desktop dimana pengguna
harus menginstal perangkat lunak atau aplikasi yang diperlukan hanya untuk
mengakses data/informasi (WEBARQ, 2010).
Secara sederhana, bahwa aplikasi
berbasis web
adalah aplikasi yang dijalankan melalui web browser. Aplikasi berbasis web
cukup sekali diinstall pada web server dan dapat diakses dari manapun, selama
terdapat koneksi ke server (menggunakan intranet atau internet). Bandingkan
dengan aplikasi desktop, untuk menggunakannya, harus menginstall aplikasi
tersebut berulang kali pada tiap komputer yang ingin digunakan.
2.4.3
Uniform
Resource Locator (URL)
URL
atau Uniform Resource Locators adalah
alamat yang digunakan untuk menentukan letak file suatu web, url diketikkan
pada web browser, url inilah yang akan menentukan file mana yang akan di
download oleh computer client.
2.4.4
Browser
Browser adalah
sebuah paranti lunak yang digunakan untuk menerjemahkan bahasa hypertext untuk
ditampilkan pada layar komputer client, gambar di bawah ini adalah gambar
browser yang paling banyak dipakai di dunia, yaitu internet explorer, pada
gambar tersebut browser sedang mengakses, menerjemahkan lalu menampilkan bahasa
hypertext sebuah website.
2.5
UML (Unified Modelling Language)
Diagram
2.5.1
Pengertian
UML
Unified Modeling Language (UML) adalah sebuah bahasa pemodelan visual yang dirancang khusus untuk
pengembangan dan analisis sistem berorientasi
objek dan desain. UML pertama kali dikembangkan oleh Grady Booch, Jim Rumbaugh, dan Ivars Jacobsonpada
pertengahan tahun 1990. (KengSiau and Qing Cao, 2001)
2.5.2
Diagram
– diagram UML
UML menyediakan 4
macam diagram untuk memodelkan aplikasiperangkat lunak berorientasi objek.
Yaitu:
1.
Use Case Diagram
Use case diagram
adalah sebuah diagram yang menunjukkanhubungan antara actors dan use cases. Digunakan
untuk analisis dan desain sebuah
sistem. (Scott W.Ambler,2005)
2.
Class Diagram
Class DiagramClass
diagram adalah sebuah diagram yang menunjukkan
hubungan antar class yang didalamnya terdapat atribut dan
fungsi dari
suatu objek. (Scott W.Ambler,2005)
3.
Activity Diagram
Activity diagram adalah suatu diagram yang
menggambarkan konsep aliran data/kontrol, aksi terstruktur serta dirancang
dengan baik dalam suatu sistem. (Conrad Bock, 2003)
4.
Sequence Diagram
Sequence diagram
adalah sebuah diagram yang menggambarkan kolaborasi dari objek-objek yang saling
berinteraksi antar elemen dari suatu class. (Bruce Powell
Douglass, 2003)
5.
Entity
Relationship Diagram (ERD)
Entity
Relationship diagram adalah sebuah alat dalam suatu lingkup database yang
digunakan dalam menganalisis dan mendesain data. ERD telahberhasil dibuktikan
kehandalannya dalam hal menghubungkan data field,variables , maupun database.
(Ronald Gage Allan,2005)
2.6
PHP Hypertext Preprocessor (PHP)
Menurut Bunafit
Nugroho (2008:113) Jika diartikan PHP memiliki beberapa pandangan dalam
mengartikannya, akan tetapi kurang lebih PHP dapat kita ambil arti sebagai PHP
: HypertextPreeprocesor. Ini
merupakan bahasa yang hanya dapat berjalan pada server dan hasilnya dapat di
tampilkan pada client.
PHP adalah produk open source yang dapat digunakan
secara gratis tanpa harus membayar untuk menggunakanya. Interpreter PHP dalam
mengeksekusi kode PHP pada sisi server (server side), sedangkan tanpa
adanya Interpreter PHP, maka semua skrip dan aplikasi PHP yang dibuat tidak
dapat dijalankan.
PHP merupakan bahasa standar yang digunakan dalam
dunia website. PHP adalah bahasa pemograman yang berbentuk skrip yang diletakan
di dalam server web. Jika lihat sejarah mulanya PHP diciptakan dari ide Rasmus
Lerdof untuk kebutuhan pribadinya. Skrip tersebut sebenarnya dimaksudkan untuk
digunakansebagai keperluan membuat website pribadi. Akan tetapi kemudian
dikembangkan lagi sehingga menjadi bahasa yang disebut “Personal Home Page”.
Inilah awal mula munculnya PHP sampai saat ini.
PHP dirancang untuk membentuk web dinamis. Artinya,
ia dapat membentuk suatu tampilan berdasarkan permintaan terkini. Misalnya,
kita bisa menampilkan isi database ke halaman web. Pada prinsipnya, PHP
mempunyai fungsi yang sama dengan script seperti ASP (Actives Server
Page), Cold Fusion, ataupun Perl.
2.7
MySQL
Menurut Abdul Kadir (2008:2), MySQL (dibaca:
mi-se-kyu-el) merupakan software yang tergolong sebagai DBMS (Database
Management System) yang bersifat open source. Open source menyatakan bahwa
software ini dilengkapi dengan source code (code yang dipakai untuk membuat
MySQL). Selain tentu saja bentuk executable-nya atau kode yang dapat
dijalankan secara langsung dalam sistem operasi. Dan bisa diperoleh secara
gratis dengan mendownload di internet.
MySQL awalnya dibuat oleh perusahaan
konsultan bernama TeX yang berlokasi di Swedia. Saat ini pengembangan MySQL
berada dibawah naungan MySQL AB.
Sebagai software DBMS, MySQL
memiliki sejumlah fitur seperti yang akan dijelaskan dibawah ini :
1.
Multiplatform
MySQL tersedia pada beberapa platform (windows,
linux, unix, dan lain-lain)
2.
Andal,
cepat dan mudah digunakan
MySQL tergolong sebagai database server (server yang
melayani permintaan terhadap database) yang andal, dapat menangani database
database yang besar dengan kecepatan tinggi. Mendukung banyak sekali fungsi
untuk mengakses database dan sekaligus mudah untuk digunakan.
3.
Jaminan
keamanan akses
MySQL mendukung pengamanan database dengan berbagai
criteria pengaksesan. Sebagai gambaran, dimungkinkan untuk mengatur user
tertentu agar bisa mengakses data yang bersifat rahasia (missal gaji pegawai),
sedangkan user lain tidak boleh sesuai dengan hak aksesnya.
4.
Dukungan
SQL
Seperti tersirat namanya, SQL mendukung perintah SQL
(Structured Query Language). Sebagaimana diketahui SQL merupakan bahasa
standar dalam pengaksesan database rasional. Pengetahuan akan SQL akan
memudahkan siapapun untuk menggunakan MySQL.
Menurut Bunafit Nugroho (2008:92) Sebagai sebuah program
penghasil database, MySQL tidak mungkin berjalan sendiri tanpa adanya sebuah
aplikasi pengguna (interface) yang mungkin berguna sebagai program aplikasi
pengakses database yang dihasilkan. MySQL dapat didukung oleh hampir semua
program aplikasi baik yang open windows seperti Visual Basic, Delphi dan
lainya. DBMS yang menggunakan bahasa SQL :
1.
MySQL
2.
MSQL
3.
Oracle
4.
SQL
Server 97, 200
5.
Inaterbase.
Program-program aplikasi yang mendukung MySQL :
1.
PHP
2.
Borland
Delphi, Borland C++ Builder
3.
Visual
Basic 5.0/6.0 dan .Net
4.
Visual
FoxPro.
2.8
Xampp
XAMPP merupakan paket PHP yang
berbasis open source yang dikembangkan oleh sebuah komunitas Open
Source. Dengan menggunakan XAMPP tidak dibingungkan dengan penginstalan
program-program lain, karena semua kebutuhan terlah tersedia oleh XAMPP. Yang
terdapat pada XAMPP di antaranya : Apache, MySQL, PHP, FilZilla FTP Server,
PHPmyAdmin.
Fungsi XAMPP adalah sebagai server
yang berdiri sendiri (localhost),yang terdiri atas program Apache HTTP Server,
MySQL database, danpenerjemah bahasa yang ditulis dengan bahasa pemrograman PHP
dan Perl. Nama XAMPP merupakan singkatan dari X (empat sistem operasi apapun),
Apache, MySQL, PHP dan Perl. Program ini tersedia dalam GNU General Public
License dan bebas, merupakan web server yang mudah digunakan yang dapat
melayani tampilan halaman web yang dinamis.
2.9
Sublime Text 3
Sublime Text merupakan text editor berbagai bahasa
pemrograman mulai dari C hingga Java, menurut penulis Sublime Text merupakan text
editor yang sangat baik dan nyaman untuk digunakan sebagai alat berkoding ria.
Karena tampilannya yang minimalis namun elegant, bawaannya yang ringan namun
diboboti dengan keakuratan dalam penulisan yang mengikuti algoritma dan aturan
setiap bahasa pemrograman yang digunakan. Intinya penulis sangat
merekomendasikan untuk menjadikan Sublime Text sebagai text editor yang meski
digunakan.
Pada
update kali ini, Sublime Text mencegah plugin merusak Sublime Text, dan mempercepat
pembukaan aplikasi di awal. Selain peningkatan kecepatan, sekarang Sublime Text
juga menggunakan Python 3.3 untuk setiap plugin, serta memperkenalkan symbol indexing yang
membaca semua file dalam sebuah proyek untuk dibuat indeks simbol pada saat pencarian.
2.10
KoBoCollect
KoBoCollect adalah aplikasi open source yang
digunakan untuk mengumpulkan data lapangan seperti sensus penduduk, pendataan
lingkungan, pendataan tingkat kemiskinan masyarakat, pendataan pasca bencana
dengan memasukkan data melalui wawancara baik secara online maupun offline.
Dalam situsnya dijelaskan bahwa prakarsa kemanusiaan Harvard mengembangan
aplikasi ini atas dasar kemanusiaan untuk mengurangi tingkat kematian dari
pasca bencana maupun tingkat kemiskinan masyarakat dunia. Sepenuhnya pendanaan
pengembangan aplikasi ini diperoleh dari sumbangan dan hibah dari mitra mereka.
0 komentar:
Posting Komentar